, ,

Potret Toleransi di Sulut: Umat Hindu Turut Rasakan Sukacita Natal Bersama Jemaat GMIM di Matungkas

oleh -469 Dilihat

Bitung – Potret Toleransi di Sulut: Umat Hindu Turut Rasakan Sukacita Natal Bersama Jemaat GMIM di Matungkas. Potret kerukunan antar umat beragama begitu terpancar dalam ibadah menyambut Natal Yesus Kristus di Matungkas, Kabupaten Minut, Provinsi Sulawesi Utara.

Seperti dalam ibadah menyambut Natal jemaat kolom 9 GMIM Abraham Matungkas, Jumat 5 Desember 2025. Tak hanya umat kristiani yang dengan sukacita merayakan ibadah menyambut Natal, umat non kristiani yang beragama Hindu pun ikut bersama merayakan sukacita natal menyambut kelahiran Yesus Kristus. Nikadek Sumudiya, salah satu warga Matungkas Minut, yang saat itu mengenakan kebaya berwarna hijau ikut berbaur bersama umat kristiani mengikuti serangkaian ibadah menyambut Natal dari awal sampai selesainya ibadah.

Menariknya, saat momen pemasangan lilin, ia pun diberi kesempatan oleh petugas ibadah untuk memasang lilin. Pemasangan lilin Natal, menjadi momen yang sangat berkesan bagi Nikadek. Ia mengaku sangat luar biasa ketika di minta untuk pasang lilin dalam ibadah praNatal.”Ini sudah ketika kali dalam 3 tahun terakhir saya diundang umat kristiani yang tinggal di seputaran perumahan saya tinggal. Saya pun sudah tiga kali diberi kesempatan untuk pasang lilin. Sungguh terasa sangat membawa damai dan sukacita,” kata Kadek panggilan akrabnya.

Ia pun menyampaikan kepada semua umat kristiani selamat Natal, semoga damai dan sukacita Kristus memenuhi hati dan rumah kita. “Semoga damai Natal memenuhi hidup kita dan semoga semua umat nasrani selalu dalam lindungan Tuhan,” katanya.

Baca Juga : Bupati Minut Joune Ganda Perkuat Jejaring Kerjasama

Potret Toleransi di Sulut
Potret Toleransi di Sulut

Natal Momen Beri Pengampunan
Dalam Ibadah menyambut Natal pun mengangkat tema “Natal Penuh Damai dan Sukacita”. Ibadah dipimpin Ketua BPMJ GMIM Abraham Matungkas, Pdt Harald Poluan. Dalam khotbahnya, Pdt Harald Poluan memberikan motivasi yang mendalam lewat makna firman Tuhan bagi jemaat Kolom 9 di masa penantian hari kelahiran Yesus Kristus Sang Raja. Pdt Harald menegaskan bahwa kedatangan Yesus memiliki jangkauan yang universal. “Yesus datang bukan hanya kepada siapa yang percaya dan beriman, tapi kepada semua orang yang mau mendengar, termasuk orang berdosa, lemah, penuh dengan keterbatasan, bahkan orang-orang yang menyangkal dan tidak sesuai dengan perintah Tuhan,” sebut Pdt Harald.

Bulan Desember dan momentum Natal, lanjutnya, seharusnya menjadi panggilan bagi orang percaya untuk bertindak. “Untuk dapat memberikan pengampunan, bukan hanya pada orang yang seiman, bukan cuma torang pe teman (teman kita), tapi momentum Natal mengajak kita untuk berinisiatif kepada orang yang memusuhi kita untuk memberi pengampunan, disitulah makna Natal,” jelasnya.

Pdt Harald juga mengingatkan bahwa kedatangan Kristus adalah “kedatangan mahal,” karena Dia rela meninggalkan tahta raja untuk menebus dosa-dosa kita manusia. Oleh karena itu, momen Natal tidak boleh disalahgunakan. “Jangan menggunakan momen Natal ini untuk men-judge. Kristus datang untuk memberkati yang jauh. Maka sukacita Natal harus dipenuh dengan pengampunan,” tambahnya.

Ia mengajak jemaat untuk memanfaatkan momen kedatangan Kristus dengan membersihkan hati, menjauhkan diri dari rasa marah dan egois, serta perbuatan yang bercela. “Mari bersihkan hati kita dengan tidak melihat kekurangan orang lain. Dengan begitu akan merasakan damai dalam kehidupan kita,” pungkasnya. Pdt Harald Poluan menutup khotbahnya dengan ajakan sukacita. “Sambut Dia dengan sukacita, Kristus senang ketika kita saling memaafkan kepada sesama dan terus menjadi berkat,” tutupnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.