, ,

Cerita Saksi, Kronologi Dua Balita Meninggal Terseret Ombak hingga Tenggelam di Kota Bitung Sulut

oleh -881 Dilihat

Bitung – Cerita Saksi, Kronologi Dua Balita Meninggal Terseret Ombak hingga Tenggelam di Kota Bitung Sulut. Kronologi menurut keterangan saksi, meninggalnya dua anak balita perempuan di Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis 13 November 2025, sore.

Meyvi Lahimade (43), saksi juga sebagai pihak keluarga menceritakan mereka mulai mencari kedua anak tersebut sejak pukul 13.00 Wita. Setelah mereka tidak terlihat bermain di sekitar kompleks Pantai Candi. Pencarian dilakukan di area pemukiman dan pantai. “Sekitar pukul 15.30 Wita, kami dikejutkan dengan penemuan korban pertama di tepi pantai dekat bebatuan samping PT Bimoli,” ujarnya, Jumat 14 November 2025 malam.

Kemudian katanya, warga segera mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak terselamatkan. Lanjutnya, satu jam kemudian, warga kembali menemukan korban kedua, AD, dalam keadaan mengapung di perairan Candi Pantai. “Meski langsung dibawa ke rumah sakit yang sama, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia,” tuturnya.

Suasana duka menyelimuti Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Kamis (13/11/2025) sore. Hal itu setelah dua anak perempuan berusia empat dan lima tahun ditemukan meninggal dunia di kawasan pantai Candi. Kedua korban yang merupakan warga setempat ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita. Hal itu dikatakan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai melalui Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Ari melalui pesan whatshapp, Jumat 14 November 2025 malam.

Baca Juga : Penjelasan Polisi Terkait Kebakaran PT Army Pasifik Morotai Cabang Bitung, Sulawesi Utara

Cerita Saksi
Cerita Saksi

Ia menyebutkan, kedua anak awalnya pergi bermain dan mandi di pantai. Lanjuthya, saat itu kondisi ombak di Candi Pantai dilaporkan cukup besar. “Diduga kuat, keduanya terseret arus saat sedang bermain di air,” ujar Kasat. Kasat menjelaskan, hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polres Bitung tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. “Kedua korban diduga kuat meninggal akibat tenggelam,” sebut Ahmad Ari.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Ari melalui pesan whatshapp, Jumat 14 November 2025 malam menyebutkan, kedua anak awalnya pergi bermain dan mandi di pantai. Saat itu kondisi ombak di Candi Pantai dilaporkan cukup besar. “Diduga kuat, keduanya terseret arus saat sedang bermain di air,” ujar AKP Ahmad Ari mewakili Kapolres Bitung AKBP Albert Zai. Tidak Ada Tanda Kekerasan.

AKP Ahmad Ari menjelaskan, hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polres Bitung tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. “Kedua korban diduga kuat meninggal akibat tenggelam,” pungkas Ahmad Ari. Diketahui, kondisi ombak di sekitar lokasi kejadian saat itu cukup besar, diduga kuat ini turut menjadi faktor risiko utama insiden tersebut. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di area pantai, terutama ketika kondisi laut tidak menentu.

 

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.