, ,

Gerakan Pangan Murah di Paleleh, Dua Ton Beras Ludes Diserbu Warga

oleh -427 Dilihat

Bitung – Gerakan Pangan Murah di Paleleh, Dua Ton Beras Ludes Diserbu Warga. Upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Buol kembali ditunjukkan aparat kepolisian.

Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), Polres Buol menghadirkan beras harga terjangkau bagi warga Desa Paleleh, Kecamatan Paleleh, pada Minggu pagi, 30 November 2025. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini merupakan bentuk kepedulian Polres Buol terhadap kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus langkah antisipatif menghadapi naik-turunnya harga beras di pasaran. Program digelar bekerja sama dengan Perum Bulog, yang menyediakan pasokan beras dalam jumlah besar untuk masyarakat. Sebanyak 2 ton beras disalurkan dalam kegiatan tersebut.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi, namun seluruh proses distribusi berlangsung tertib di bawah pengawasan personel Polsek Paleleh. Dua anggota yang diterjunkan, Bripka Johan dan Bripka Al Ikram, memastikan penyaluran berjalan aman dan tepat sasaran. Kapolsek Paleleh menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung tanpa hambatan berarti. “Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan lancar. Tidak ada keluhan dari masyarakat,” ujarnya menegaskan. Program pangan murah ini menjadi bukti nyata peran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Baca Juga : Bernard Mandacan Jabat Ketua DPC PDI-P Manokwari Selatan, Ini Kata Joni Saiba

Gerakan Pangan Murah di Paleleh
Gerakan Pangan Murah di Paleleh

Polres Buol berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan serupa di wilayah lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ini membuktikan bahwa masyarakat sangat menantikan program pemerintah yang menjual beras dengan harga terjangkau,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual seharga Rp60.000 per karung ukuran 5 kilogram, atau sekitar Rp12.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih rendah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional yang ditetapkan sebesar Rp65.500 per 5 kilogram. “Kami yakin harga ini sangat membantu masyarakat, apalagi saat harga beras medium di pasaran terus naik. Ini menjadi alternatif yang sangat layak dimanfaatkan warga,” kata Azwar. Ia menjelaskan bahwa GPM terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, berbeda dari program bantuan pangan gratis yang hanya menyasar warga kurang mampu.

Kalau bantuan pangan itu terbatas untuk masyarakat tidak mampu, sementara GPM ini bisa diakses masyarakat umum, cukup datang ke lokasi kegiatan,” jelasnya. Lebih lanjut, Azwar memaparkan bahwa pelaksanaan GPM terdiri dari dua skema. Pertama, GPM reguler yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk penyediaan fasilitas seperti tenda dan perlengkapan. Kedua, GPM mandiri yang dijalankan langsung oleh Bulog tanpa dukungan anggaran pemerintah. “Kegiatan hari ini didukung APBD, tapi kami juga bisa lakukan GPM mandiri secara fleksibel, kapan saja, cukup Bulog yang berkeliling ke lokasi-lokasi strategis,” terangnya.

Bulog Kotim, lanjut Azwar, siap memperluas pelaksanaan GPM mandiri di berbagai titik keramaian masyarakat sebagai respons terhadap lonjakan harga beras yang masih terjadi di sejumlah wilayah. “Tujuan kami jelas, yaitu menekan gejolak harga pangan dan menjamin masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.