Bitung – Kondisi Antrean Solar di Bitung Sulawesi Utara, Sopir Truk Kontainer : Satu Jam Sudah Dapat. Antrean untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak seperti beberapa bulan lalu, mengular dan membutuhkan waktu berjam-jam.
Kini hanya membutuhkan waktu satu jam saja sudah bisa mendapatkan Solar. Hal itu diungkapkan Firman Rajid saat ditemui sedang mengantre di SPBU Madidir Ure, Senin (27/10/2025).
Firman adalah sopir truk kontainer. “Kalau dulu, saya antre dari jam tujuh pagi, baru dapat solar jam sembilan malam. Setengah mati waktu itu. Tapi sekarang sudah bagus, paling sejam sudah dapat,” kata Firman kepada Wartawan Tribun Manado, Fistel Mukuan.
Firman masih ingat masa-masa sulit itu. “Dulu hari libur pun antrean panjang, apalagi hari kerja.
Padahal kami dapat gaji per ret (satu kali angkut dan antar). Kalau lancar, sehari bisa tujuh sampai delapan ret. Tapi waktu antre panjang, pernah sehari nggak dapat ret sama sekali,” ujar dia.
Lanjut Firman kondisi berbeda saat aspirasi mereka didengar oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus yang memerintahkan penindakan terhadap mafia solar.
Baca Juga : Tender Gagal Senilai Rp 12 Miliar di Kota Bitung Sulut Disebut Pemkot Sudah Sesuai Mekanisme

Pihak kepolisian pun menindaklanjuti hal tersebut. Mulai ada penangkapan oknum yang melakukan penimbunan BBM di berbagai daerah di Sulut. Antrean untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak seperti beberapa bulan lalu, mengular dan membutuhkan waktu berjam-jam.
Kini waktu tunggu yang lebih singkat membuat Firman bisa kembali fokus bekerja dan mengantar muatan tepat waktu. Firman hanya berharap kondisi ini bisa bertahan lama.
Tapi sekarang sudah bagus, paling sejam sudah dapat,” kata Firman kepada Wartawan Tribun Manado, Fistel Mukuan. “Mudah-mudahan begini terus. Jangan cuma sementara, nanti dua tiga bulan antre lagi panjang. Kasihan kami di jalan,” ujar dia.
Bagi Firman, lancarnya distribusi solar bukan hanya soal bahan bakar kendaraan, tetapi juga bahan bakar kehidupan agar roda ekonomi terus berputar, dan keluarga di rumah tetap bisa tersenyum. (fis)






