, ,

Maulid Arbain Nabi Muhammad SAW Digelar 40 Hari di Bitung

oleh -1381 Dilihat

Bitung, Sulawesi Utara – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Bitung berlangsung istimewa tahun ini. Pasalnya, masyarakat setempat menggelar Maulid Arbain, yakni perayaan maulid yang dilakukan selama 40 hari berturut-turut. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi salah satu kekayaan budaya Islam di daerah tersebut.

Tradisi Keagamaan yang Mengakar

Maulid Arbain merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang digelar dalam waktu panjang, yakni selama 40 hari. Setiap harinya masyarakat berkumpul untuk melantunkan shalawat, membaca doa, serta menyimak tausiyah dari para ustaz dan tokoh agama.

“Tradisi ini sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Muslim di Bitung. Selain sebagai wujud cinta kepada Rasulullah, Maulid Arbain juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar salah seorang tokoh agama di Bitung.

Rangkaian Kegiatan

Selama 40 hari peringatan, berbagai kegiatan digelar mulai dari pembacaan Al-Qur’an, zikir bersama, hingga ceramah agama yang membahas keteladanan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, masyarakat juga menyiapkan jamuan makanan khas daerah untuk para jamaah yang hadir.

Di beberapa kampung, anak-anak dan remaja turut dilibatkan dalam acara, baik melalui pembacaan syair-syair maulid maupun kegiatan seni islami. Hal ini menjadikan Maulid Arbain tidak hanya sebagai kegiatan ritual, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Maulid Arbain
Maulid Arbain

Baca juga: Pemkot Bitung Terima Bantuan Gubernur Sulut untuk Korban Banjir

Antusiasme Masyarakat

Antusiasme warga Bitung dalam menyambut Maulid Arbain terlihat dari ramainya jamaah yang datang setiap malam. Tidak hanya dari dalam kota, banyak juga warga dari daerah sekitar yang hadir untuk ikut meramaikan peringatan.

“Saya selalu menyempatkan hadir, karena acara ini membawa kedamaian dan memperkuat iman,” ungkap seorang warga yang rutin mengikuti kegiatan tersebut.

Makna dan Harapan

Bagi umat Islam di Bitung, MaulidArbain bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Mereka berharap tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Semoga dengan peringatan ini, kita semakin meneladani sifat Rasulullah seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian kepada sesama,” tutur seorang ustaz dalam ceramahnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.