, ,

Pasar Tradisional Bitung Terbukti Masih Jadi Motor Ekonomi Rakyat

oleh -692 Dilihat

Bitung – Pasar Tradisional Bitung Terbukti Masih Jadi Motor Ekonomi Rakyat. Geliat ekonomi masyarakat Kota Bitung sepanjang 2024 kembali terlihat jelas melalui aktivitas Pasar Inpres dan Pasar Non Inpres yang terus menjadi pusat perputaran uang rakyat.

Data pendapatan bulanan pasar tradisional ini mengungkap dinamika perdagangan yang stabil serta menunjukkan bagaimana interaksi ekonomi lokal tetap bergerak sepanjang tahun. Awal tahun dibuka dengan pendapatan sebesar 269,2 juta rupiah pada Januari dan kemudian meningkat menjadi 271,6 juta rupiah pada Februari. Kenaikan paling terasa terjadi pada Maret ketika pendapatan pasar mencapai 284,8 juta rupiah, menjadikannya salah satu bulan dengan performa terbaik pada paruh pertama tahun.

April mengalami penurunan cukup signifikan dengan pendapatan turun ke 229 juta rupiah. Namun pasar kembali menguat pada Mei yang mencapai 274,2 juta rupiah sebelum kemudian sedikit melambat pada Juni di angka 244,7 juta rupiah. Puncak aktivitas perdagangan terjadi pada Juli dengan pendapatan mencapai 293,2 juta rupiah.

Angka ini hanya sedikit lebih tinggi dari Agustus yang mencatat 293 juta rupiah, menjadikan kedua bulan tersebut sebagai masa paling produktif bagi pasar tradisional Bitung pada 2024. Memasuki September pendapatan berada di angka 279,9 juta rupiah sebelum kembali naik pada Oktober menjadi 282,2 juta rupiah. Tren positif berlanjut hingga November yang mencatat 284,7 juta rupiah, salah satu capaian tertinggi pada semester kedua.

Desember menutup tahun dengan pendapatan 254,8 juta rupiah. Meski berada di bawah beberapa bulan sebelumnya, angka tersebut tetap mencerminkan aktivitas pasar yang stabil di tengah persiapan masyarakat menghadapi akhir tahun.

Secara keseluruhan pergerakan pendapatan pasar tradisional di Kota Bitung sepanjang 2024 menunjukkan pola yang relatif stabil dengan kenaikan dan penurunan yang masih dalam batas wajar. Pasar Inpres dan Non Inpres tetap menjadi tulang punggung perputaran ekonomi rakyat dan memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan perdagangan lokal.

Tahun 2024 dibuka dengan bulan Januari yang menerbitkan 145 NIB diikuti Februari sebanyak 112 NIB dan Maret sebanyak 137 NIB. Ketiga bulan awal menunjukkan pergerakan stabil namun belum menandakan ekspansi besar. Kejutan terjadi pada April yang mencatat penerbitan 846 NIB dan menjadi angka tertinggi sepanjang tiga tahun terakhir. Lonjakan pada bulan ini menandakan percepatan besar dalam pendaftaran usaha yang kemungkinan dipicu oleh kegiatan ekonomi awal kuartal kedua dan program kemudahan perizinan yang sering digencarkan pada periode tersebut.

Baca Juga : Ekonomi Bitung Bergerak, Data NIB Tunjukkan Geliat Usaha Warga

Pasar Tradisional
Pasar Tradisional

Memasuki Mei penerbitan NIB turun menjadi 111 dokumen dan kembali meningkat pada Juni sebesar 124 dokumen. Juli mencatat 121 penerbitan, lalu Agustus 130 penerbitan yang seluruhnya berada pada level stabil. Namun situasi berubah pada September dengan hanya 80 NIB yang diterbitkan sehingga menjadi bulan dengan jumlah paling rendah pada 2024.

Meningkat lagi pada November menjadi 133 penerbitan. Tahun 2024 ditutup dengan kenaikan cukup signifikan pada Desember yang mencatat 162 NIB, menjadi angka tertinggi pada semester kedua. Jika dilihat secara keseluruhan data tiga tahun terakhir memperlihatkan bahwa 2023 menjadi tahun dengan penerbitan NIB terbanyak yaitu 2.763 dokumen. Sementara itu 2024 meski lebih rendah tetap menunjukkan gejolak positif terutama dengan adanya puncak penerbitan pada April yang mencapai 846 dokumen dalam satu bulan.

Kondisi ini menggambarkan bahwa ekosistem usaha di Kota Bitung terus berkembang dengan dukungan layanan perizinan yang semakin efisien. Tren ini juga menjadi indikator bahwa sektor UMKM, perdagangan dan industri terus bergerak sekaligus menunjukkan besarnya potensi ekonomi kota pelabuhan yang menjadi pintu strategis Indonesia Timur.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.