Bitung – Pesona Andrea Zara Rompas saat Main Kolintang, Pukau Wisatawan Mancanegara di Bitung Sulut. Denting lembut alat musik kolintang menggema di terminal Pelabuhan Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis 23 Oktober 2025.
Saat saat itu, kapal pesiar mewah MV Odyssey bersandar di Pelabuhan Kota Bitung. Suasana riuh rendah berubah menjadi decak kagum ketika puluhan wisatawan mancanegara terpukau oleh harmoni khas alat musik tradisional Sulawesi Utara itu.
Para turis dari berbagai negara tampak antusias merekam penampilan kelompok kolintang yang menyambut kedatangan mereka. Di antara deretan pemain muda, tampak seorang gadis dengan senyum manis dan permainan yang penuh percaya diri.
Gadis itu bernama Andrea Zara Rompas, atau akrab disapa Zara. Pelajar kelahiran Bitung 10 Oktober 2010 itu, kini duduk di bangku kelas 10 SMA Negeri 2 Bitung. Selain pandai bermain kolintang, Zara juga memiliki bakat lain, ia gemar bermain piano.
Dia bercita-cita menjadi seorang dokter.
Ketertarikan Zara terhadap kolintang bermula saat sekolahnya membuka perekrutan pemain baru. “Waktu itu sekolah mencari pemain kolintang. Saya tertarik karena suka alat musik tradisional,” tutur Zara saat diwawancarai. Bagi Zara, kolintang bukan sekadar alat musik, tapi juga identitas budaya masyarakat Sulawesi Utara.
“Kolintang adalah bagian dari budaya kita. Ini harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya. Meski baru mulai belajar sejak masuk SMA, kemampuan Zara berkembang pesat. Ia kini memainkan bagian gitar kolintang dan tengah belajar cello untuk memperkaya kemampuannya.
Baca Juga : Puluhan Truk Menumpuk di Dermaga ASDP Bitung Akibat Kapal Rusak, Logistik ke Talaud Tertahan

Dalam salah satu lomba kolintang tingkat provinsi yang digelar di Lembean, Minahasa Utara, Zara berhasil menempati peringkat keempat dari dua belas peserta. “Saya senang sekali, karena walau latihannya belum lama, bisa sampai posisi empat. Itu jadi motivasi untuk terus belajar,” katanya.
Selain mahir bermusik, Zara juga pernah menyabet gelar Putri Bitung Junior SMP 2024, bukti bahwa pesonanya tak hanya terpancar di panggung musik, tapi juga di ajang prestasi remaja. Ketika denting kolintang mengalun dan senyum Zara menyambut para wisatawan asing, terlihat jelas bahwa semangat muda Bitung masih teguh menjaga tradisi.
Dalam diri Zara Rompas, kolintang bukan sekadar nada melainkan jembatan budaya yang menghubungkan Sulawesi Utara dengan dunia.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.





